Wajib Coba! 7 Kuliner Khas Lampung yang Menggugah Selera, Selain Keripik Pisang

Ilustrasi hidangan Seruit ikan bakar khas Lampung lengkap dengan sambal tempoyak dan lalapan segar.

Lampung tidak hanya dikenal sebagai gerbang masuk Pulau Sumatera atau rumah bagi gajah Way Kambas. Bagi para pecinta kuliner, provinsi ini adalah "surga tersembunyi" yang menawarkan cita rasa unik, perpaduan antara segarnya hasil laut dengan rempah-rempah yang kuat.

Jika selama ini Anda hanya mengenal keripik pisang sebagai oleh-oleh khas Lampung, maka Anda melewatkan banyak hal. Mari kita jelajahi 7 kuliner autentik Lampung yang wajib masuk dalam daftar buruan kuliner Anda tahun 2026 ini!

1. Seruit: Simbol Kebersamaan Masyarakat Lampung

Seruit adalah primadona kuliner Lampung. Hidangan ini berupa ikan bakar (biasanya ikan sungai seperti belida, baung, atau layis) yang disajikan dengan sambal terasi khas, mangga kweni iris, dan tempoyak (durian fermentasi). Cara menikmatinya pun unik, yaitu dengan mengaduk semua bahan menjadi satu. Makan seruit bukan sekadar soal rasa, tapi juga tradisi nyeruit atau makan bersama keluarga besar.

2. Gulai Taboh: Perpaduan Gurih Santan dan Ikan

Gulai Taboh memiliki cita rasa gurih yang sangat kaya. Ada dua jenis Gulai Taboh: yang menggunakan ikan laut dengan campuran sayuran seperti kacang panjang dan rebung, atau yang menggunakan ikan sungai yang diasap (iwak tapa). Kuah santannya yang kental dan bumbu kunyit yang meresap dijamin akan membuat Anda nambah nasi berkali-kali.

3. Pindang Patin Lampung: Segar dan Pedas Menggigit

Berbeda dengan pindang dari daerah lain, Pindang Patin khas Lampung memiliki keseimbangan rasa asam, manis, dan pedas yang pas. Penggunaan nanas segar dan daun kemangi memberikan aroma harum yang khas. Tekstur daging ikan patin yang lembut dan berlemak sangat cocok dipadukan dengan kuah bening yang segar.

4. Gabing: Kuliner Unik dari Batang Kelapa

Pernah membayangkan makan batang kelapa? Di Lampung, Anda bisa mencoba Gabing. Kuliner ini menggunakan bagian pucuk batang kelapa muda yang dipotong-potong lalu dimasak dengan kuah santan. Teksturnya renyah mirip rebung namun dengan rasa manis alami yang unik. Ini adalah masakan tradisional yang mulai langka namun sangat dicari.

5. Tempoyak: Keajaiban Durian Fermentasi

Tempoyak adalah salah satu bumbu kunci dalam masakan Lampung. Terbuat dari daging durian yang difermentasi, tempoyak memberikan rasa asam dan aroma durian yang tajam namun nikmat. Biasanya, tempoyak dimasak bersama ikan atau dijadikan sambal pelengkap. Bagi pecinta durian, ini adalah pengalaman rasa yang wajib dicoba.

6. Pempek Lampung: Tak Kalah Saing dengan Palembang

Meskipun identik dengan Palembang, Lampung juga memiliki varian pempek yang sangat populer. Perbedaannya terletak pada jenis ikan yang digunakan dan cuka (cuko) yang cenderung lebih pedas dan kental. Di Bandar Lampung, Anda akan sangat mudah menemukan gerai pempek legendaris yang selalu ramai pengunjung.

7. Engkak: Kue Manis Lembut yang Legit

Untuk penutup, Lampung punya Engkak. Kue ketan hitam ini memiliki tekstur yang mirip dengan kue lapis namun jauh lebih lembut dan tahan lama. Rasanya manis dan sangat gurih karena menggunakan santan dalam jumlah banyak. Engkak biasanya menjadi sajian wajib saat hari raya atau acara adat di Lampung.


Kesimpulan

Menjelajahi Lampung tanpa mencicipi kulinernya adalah kerugian besar. Dari rasa asam segar Pindang hingga uniknya Gabing, setiap suapan menceritakan kekayaan budaya masyarakat Lampung. Jadi, saat berkunjung nanti, pastikan perut Anda siap untuk petualangan rasa yang tak terlupakan!

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال