Mudik Lebaran Makin Dekat, DPR Desak Pertamina Amankan Ekstra Stok BBM dan Avtur

Ilustrasi suasana antrean kendaraan di SPBU Pertamina dengan spanduk kesiapan stok BBM dan Avtur untuk kelancaran mudik Lebaran 2026

Musim mudik Lebaran yang tinggal hitungan minggu dipastikan akan memicu lonjakan mobilitas masyarakat secara masif. Merespons potensi tersebut, kesiapan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Avtur kini menjadi sorotan utama agar pergerakan jutaan pemudik tidak terhambat oleh kelangkaan energi.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, secara khusus menyoroti kinerja PT Pertamina (Persero) menjelang momen krusial ini. Ia mendesak perusahaan pelat merah tersebut untuk segera mematangkan strategi ketahanan energi nasional. Menurutnya, lonjakan konsumsi BBM darat maupun bahan bakar pesawat (Avtur) adalah siklus tahunan yang harus dimitigasi jauh-jauh hari.

"Mitigasi harus disiapkan sejak awal, bukan mendadak saat H-3. Kesiapan energi saat arus mudik ini bukan semata-mata soal hitungan bisnis, melainkan kunci dari stabilitas nasional," tegas Nasim di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Untuk memastikan kelancaran arus mudik tahun ini, Nasim menjabarkan beberapa strategi krusial yang harus segera dieksekusi oleh Pertamina dan pihak terkait:

1. Optimalisasi Kilang Minyak Domestik

Langkah paling fundamental adalah memperkuat cadangan di tingkat Terminal BBM dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Nasim menekankan bahwa optimalisasi kilang di dalam negeri adalah kunci utama.

  • Tingkat Utilisasi Tinggi: Kilang-kilang strategis nasional, khususnya Kilang Balongan dan Kilang Cilacap, harus dipacu untuk beroperasi dengan kapasitas maksimal (high utilization rate). Hal ini bertujuan agar suplai nasional tidak mengalami defisit saat permintaan memuncak.

2. Strategi Distribusi Anti-Macet di Jalur Darat

Konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax diproyeksikan akan meroket antara 10 hingga 30 persen selama periode mudik. Di sisi lain, kebutuhan Solar dipastikan meningkat seiring padatnya aktivitas logistik. Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina dituntut untuk proaktif:

  • Pengawalan Ketat: Melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan mobil tangki suplai BBM mendapat prioritas melintas di jalur-jalur rawan macet.

  • Layanan Darurat: Mengaktifkan layanan khusus seperti SPBU Siaga, SPBU Modular yang beroperasi 24 jam, hingga menerjunkan armada motorist (layanan BBM keliling roda dua) untuk memecah antrean panjang di rest area.

3. Pengamanan Pasokan Jalur Laut dan Kepulauan

Bukan hanya jalur darat, distribusi energi di wilayah kepulauan juga butuh perhatian ekstra. Nasim menyarankan agar kapal-kapal tanker disiagakan sejak dini, dibarengi dengan pemantauan stok di terminal secara real-time. Langkah ini dinilai vital untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk yang kerap mengganggu jadwal pelayaran armada tanker.

4. Antisipasi Lonjakan Trafik Penerbangan

Di sektor transportasi udara, trafik penerbangan diperkirakan akan mengalami kenaikan signifikan di angka 10 hingga 20 persen, terutama pada fase padat antara H-7 hingga H+7 Lebaran.

  • Fokus Bandara Utama: Stok Avtur di bandara-bandara dengan lalu lintas tinggi, seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Bandara Juanda (Surabaya), wajib ditingkatkan jauh di atas ambang batas normal.

5. Optimalisasi Satgas RAFI dan Sinergi Lintas Sektoral

Untuk menyatukan semua langkah mitigasi di atas, peran Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) dinilai sangat krusial. Satgas ini bertugas sebagai tim respons cepat apabila terjadi kendala tak terduga, seperti kemacetan distribusi atau potensi panic buying di masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Nasim kembali mengingatkan bahwa pengamanan pasokan energi tidak bisa dilakukan oleh Pertamina sendirian. Diperlukan sinergi lintas lembaga yang solid antara Kementerian ESDM, Kemenhub, Kepolisian, hingga BUMN di sektor transportasi darat, laut, dan udara. Jika semua pilar ini berkolaborasi dengan baik, arus mudik Lebaran dipastikan dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال